Selasa, 25 Jun 2013

Surabaya With Love

Welcome to Surabaya City, East Java

What fairly describe about East Java province, is coming from Surabaya. Beside, it is the official capital of the province, Surabaya is also the second largest city after Jakarta. By the population for about 3 millions people, Surabaya has become the Metropolis city with numbers of diversities among the people, cultures, habits and way of living. Moreover, Surabaya nowadays is already become the center of business, commerce, industry, and education in eastern Indonesia.
Looking at the historical background, Surabaya was build based on some phases of time. The first phase was coming from the time before the Dutch colonialism. Surabaya was once a gate toMajapahit Kingdom, which was located at the edge of Kali Mas. Even today, Surabaya anniversary day is set as the date of May 31, 1293. The day was actually a day of the victory of Majapahit troops led by Raden Wijaya against Mongol empire on Kublai Khan's envoy.

The word of Surabaya was taken from the urban legend Suro or shark and Boyo or Crocodile. Those fiction animals were symbolize the Mongol armies who came from the sea is described as a fish Suro (shark / brave) and Raden Wijaya troops who come from the land described as Boyo (crocodile / danger), so the word of Surabaya is literally means the courage to face the coming danger that threatens.

In the 15th century, Islam began to spread rapidly in areas of Surabaya. One member of the wali sanga, Sunan Ampel, was build mosques and Islamic boarding schools in the area of Ampel. In 1530, Surabaya became part of the Sultanate of Demak.
The second phase is coming from the Dutch East Indies era. At the time of the Dutch East Indies, Surabaya had status as the capital  residency of Surabaya, whose territory also includes what is now the regency of Gresik,SidoarjoMojokerto and Jombang. In 1905, the Surabaya status granted become municipality (Gemeente). In 1926, designated as a provincial capital Surabaya, East Java. Since it developed into a modern city, Surabaya, became the second largest in the Dutch East Indies after Batavia.

The most population in Surabaya is Javanese people, but there are also some ethnic that live in Surabaya such as, Madura, Tionghoa and Arab, and some others are the expatriates. While, Islam is the major religion that being held by most inhabitants. The inhabitants are mostly speak in Javanese language with particular accent that different with common Javanese language.

As a metropolitan city, Surabaya become the center of economic activities in East Java and the surrounding area. Most of the population is engaged in services, industry and trade. Many large companies are headquartered in Surabaya. Moreover, Surabaya today is settled by dozens of mall and plazas, like Tunjungan Plaza, Galaxy Mall, Pakuwon Trade Center, Surabaya Plaza and many more.

In addition to the mall and plaza, Surabaya also has numbers of destination inside the city regarding the historical sites or cultural site. Among of them, there are Monkasel or submarine monumentSurabaya heroes monument, Bungkul park,Surabaya zooAmpelKayoon street and more

Khamis, 13 Jun 2013

Di Mana Bumi Di Pijak Di Situlah Kami Berbakti

 Alhamdulilah pada 12 june 2013 rabu kami anggota malbatt 5 (Gabungan Brunei & Malaysia) telah menganjurkan aktiviti Medical Care. di Marakah.Anggota Medil Malbatt 5 terdiri dari anggota dari Brunei dan Malaysia.Sekali lagi Saya diberi Peluang untuk menyertai aktiviti ini dan sempat merakamkan keadaan sebenar di sini, Walaupun keselamatan kami di utamakan tetapi kami semua dahulukan dengan memberi bantuan perubatan kepada penduduk kampung disini.Kita rakyat malaysia harus bersyukur kerna di Malaysia kita mempunyai kemudahan perubatan yang terbaik.kelengkapan yang sempurna.Di bumi Ambia ini ,rawatan perubatan telalu tinggi Kos pebelanjaan sehingga hanya yang mampu sahaja boleh mendapatkan rawatan.Sambutan yang kami terima alhamdulilah.amatlah menggalakkan.
 CPL Kamariah dan SJN Tuty Wanna ( Brunei) sedang melayan pesakit2
 Kusyuk mendengar Penerangan dari mereka
 Doctor dari Malbat

 Walau penat ..Senyuman Puas jelas terukir
 Kapt Dr Faizal (malaysia)
Merah Muka Cpl Kamariah (Brunei) Di Bakar panas terik di bumi Arab


Ahad, 9 Jun 2013

SURABAYA AKU DATANG LAGI KEPADAMU


SURABAYA INDONESIA



Alhamdulilah ketika aku bercuti pulang ke malaysia sempat juga aku melawat tempat yang penuh kenangan bagi aku.tempat ini bagaikan mengimbau kenangan lalu dan mengajar aku erti kehidupan sebenar. tanggal 14 mei 2013 aku menaiki pesawat ke Surabaya.lebih kurang jam 430petang aku tiba di air port juanda.aku di sambut oleh teman baik aku dan Pak Cik Khosim selaku pemandu aku ketika aku berada disini.aku sempat shoot beberapa permandangan menarik ketika aku disana.Disana aku di bawa ke tempat barangan kulit,di bawa menjamu selera.di bawa pusing kota surabaya.ianya mampu membuat air mata aku mengalir kerana Surabaya adalah tempat yang mengajar aku erti kasih sayang suatu tika dahulu..



   Permandangan waktu malam di jalanraya menuju ke
 tempat barangan kulit..

 Dompet dari kulit sapi asli yang sempat aku borong
untuk di bawa pulang


Pelbagai barangan yang menarik perhatian
dan boleh dibeli dengan harga yang sangat
murah 


 Selepas shopping macam biasalah..bayarlah
takdernya nak dapat free


 Sempat membeli barang2 ke kedai makanan segera..
macam2 makanan segera yang kita tk pernah lihat ada disini

 Menjamu selera di warung
disini aku di sediakan dengan makanan seperti 
asam manis kepiting (ketam) Cumi-Cumi (sotong)
harga yang amat murah.warung adalah pilihan aku kerana rasa asli
makanan itu




Suasana gerai2 makan berhampiran kawasan stadion (gelanggang olah raga) sidoarjo


Khamis, 2 Mei 2013

MADDLE PRADE "IN THE SERVICE OF PEACE"




Tanggal 2 Mei Adalah tanggal yang bersejarah bagi kami anggota2 MALBATT5 kerana tanggal ini aku dan teman2 telah di anugerahkan pingat UNIFIL sebagai menghargai jasa kami selama 6 bulan bertugas disini.Inilah pengorbanan kami yang kami anggap berbaloi kerana penat lelah kami telahpun di iktiraf di peringkat dunia.alhamdulilah doa serta iringan air mata kami dahulu terbalas.keselamatan kami nyawa dan jiwa yang kami pertaruhkan sudahpun mendapat pengiktirafan dan dipuji.








Children Spring Festival


Children Spring Festival 28 April 2013 In  Lubanon


Pada 28 April 2013 yang lepas berlansungnya acara Children Spring Festival.Acara tahunan ini adalah bagi meraikan Anak2 yatim di sekolah ini.seluruh negara yang bernaung di bawah UNIFIL bergabung bagi meraikan majlis yang penuh meriah ini.Dengan peluang yang ada Pasukan MALBATT 5 ( Malaysian Battalion 5) tidak melepaskan peluang untuk membuat persembahan tarian Zapin yang amat terkenal di Negeri Johor.Di sini Jalinan Persahabatan antara Malaysia dan Negara2 terutama Dari Indonesia Amatlah baik.Saya sempat juga Bertemu Teman2  Dari INDOBATT (Idonesia Battalion) dan sama2 meluangkan masa untuk bersama anak2 Yatim ini.Di Sini penerimaan Kami amatlah baik sekali.Beliau yang sudi Melayan karenah Anak2 Yatim dan membenarkan saya merakamkan Foto Untuk Blog ini.




Anggota2 malbat sedang membuat persiapan dan ada juga yang melayan karenah anak2 yatim disini.
(Foto2 Boleh di lihat di ruangan BUMI LUBNAN)

Selasa, 2 April 2013

Folklore East Java - Damar Wulan

Folklore East Java - Damar Wulan



Damar Wulan (Damarwulan) is a legendary figure from Javanese folklore .
 Acts Damar Wulan story is quite popular in the community and there are
many versions of the play, the staging puppet or written stories that have
 been made ​​about it. Generally, these stories are based Damarwulan fiber,
which is expected to begin to be written at the end of the collapse of
 the Majapahit kingdom.
Told Damar Wulan initially served as a craftsman
lawn to duke Loh Gender of Majapahit. Because the resin
 quarterly intelligence, Damar Wulan was appointed as a
servant mainstay Patih Loh Gender, and the duke had a
daughter named Anjasmara daughter who later falls in love with his good looks .. resin quarterly Once Damar Wulan mandated task of Majapahit king's daughter,
 the Queen Kencana Wungu ,
 to disguise in order to beat Menak Jinggo Blambangan ruler intends
 to rebel against the kingdom of Majapahit. Damar Wulan are looking to
 attract the attention of the concubines Menak Jinggo, namely Waeta and Puyengan .
 With their help, Damar Wulan managed to
bludgeon Wesi Yellow magic weapon possession Menak Jinggo.
Menak Jinggo later defeated and Damar Wulan a hero.
 He brought the two concubines, and eventually marry the daughter
 of the king of Majapahit.



Jumaat, 29 Mac 2013

Tarian Indang Minangkabau dari Sumatera Barat




Tarian Indang







Tarian Indang


Tarian Endang..ialah sebuah tarian Minangkabau yang berasal Sumatra Barat.ianya yang kini menjadi tarian rakyat Negeri Sembilan di malaysia.ini kerana negeri sembilan yang amat terkenal dengan Minangkabaunya..


Pada 8 march lalu pada hari Women's Day Saya mendapat kesempatan untuk melihat sendiri bagaimana Tarian Endang Dipersembahkan Oleh anggota2 dari INDOBATT yang bertugas di bawah UNIFILL Lubanon.

Susunan tarian yang begitu unik yang memukau para
hadirin yang hadir.Begitu terpegun dengan muzik yang mengiringi persembahan mereka




Lenguh pinggang sudah pasti kalau begini





Nicky  dengan gaya sendiri mengeluarkan Aura di tangan...





Pusing Kiri..Pusing Kanan...




Teman2 dari INDONESIA 




 Anggar dengan gayanya yang tersendiri..munkin penat...





senyum khas wanita nusantara



Aksi tarian dengan pantas...





               ,,,,INDOBATT,,,,